DLANGGU – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula SMPN 1 Dlanggu pada hari ini, Kamis, 9 April 2026. Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), sekolah menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama yang menghadirkan seluruh siswa kelas 9, para orang tua/wali murid, serta Bapak dan Ibu Guru.

Sinergi Spiritual Antara Sekolah dan Orang Tua

Kegiatan ini merupakan agenda penting yang mempertemukan pihak sekolah dan keluarga untuk bersinergi dalam memberikan dukungan moral bagi para siswa. Kehadiran orang tua di samping putra-putrinya menciptakan atmosfer dukungan yang luar biasa, memberikan kekuatan tersendiri bagi siswa yang akan menghadapi ujian penting.

Ikhtiar Spiritual dan Penguatan Mental

Doa bersama ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para siswa diberikan:

  • Kelancaran dan Kemudahan dalam memahami serta menjawab soal-soal ujian.
  • Hasil Terbaik yang sesuai dengan harapan dan kerja keras selama ini.
  • Ketenangan Batin agar tidak merasa cemas atau terbebani saat hari pelaksanaan.

Selain aspek religi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai penguatan mental. Dengan berdoa bersama, diharapkan rasa percaya diri siswa kelas 9 semakin kokoh, karena mereka menyadari bahwa perjuangan mereka didampingi oleh doa tulus dari orang tua dan bapak ibu guru.

“Ujian bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tapi juga soal kesiapan hati. Hari ini kita bersimpuh bersama, memohon restu Sang Pencipta dan restu orang tua agar langkah anak-anak kita dimudahkan,” pesan dari perwakilan pihak sekolah dalam sambutannya.

Momen Haru Permohonan Restu

Puncak acara ditandai dengan momen penuh haru saat para siswa memohon doa restu langsung kepada orang tua dan guru mereka. Isak tangis bahagia dan pelukan hangat menjadi simbol restu yang diharapkan menjadi “energi” tambahan bagi siswa saat menempuh TKA nanti. Seluruh keluarga besar SMPN 1 Dlanggu mendoakan semoga angkatan kelas 9 tahun ini diberikan kesuksesan yang gemilang dan mampu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang diimpikan.